Bandung-Portalangit. Akhir-akhir ini ancaman fenomena alam terjadinya bencana dan dampak dari bencana tersebut sangat berpengaruh terhadap wilayah yang rentan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2024.

Kegiatan ini termasuk acara tahunan yang kali ini berlangsung di ėL Hotel Bandung  Jl. Merdeka No.2, Braga, Kec. Sumur, Kota Bandung, Jawa Barat. Serta puncak acara diselenggarakan di Pullman Bandung Grand Central (Bandung International Convention Center) Jl. Diponegoro No.27, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam acara ini relawan SANTANA SPMAA  hadir ikut serta dalam kegiatan dengan diwakili oleh tiga relawan dari SANTANA SPMAA Jabodetabek.

Penyelenggaraan Rakornas PB 2024 sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi penanggulangan bencana di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 23 April 2024 – Rabu, 24 April 2024 ini dihadiri peserta dari unsur pentaheliks, di antaranya perwakilan kementerian dan lembaga, DPR-RI, duta besar negara sahabat, kepala daerah, BPBD provinsi, unsur pimpinan TNI, Polri, BPBD kabupaten atau kota, akademisi, praktisi, perwakilan dunia usaha, media, dan organisasi Masyarakat.

Rakornas PB 2024 menjadi sarana koordinasi antara BNPB dan BPBD serta mitra kerja terkait di tingkat pusat dan daerah, tentunya dalam penyelenggaraan penanggulangna bencana.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Rabu, 24 April 2024.

Lebih dari 2.000 peserta hadir pada puncak acara Rakornas PB 2024 yang mengangkat tema “Pengembangan Teknologi dan Inovasi dalam Penanggulangan Bencana”.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, memberikan apresiasi kepada relawan kebencanaan yang telah kompak dalam aksi penanggulangan bencana.

Kita ketahui bahwa kondisi saat ini menutut agar para relawan bersama masyarakat kompak dalam upaya penanggulangan bencana yang lebih cermat dan inovatif. Sehingga seluruh langkah dan rencana tanggap darurat yang dilaksanakan harus mampu mengurangi dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Saya minta agar pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana di dalam negeri untuk terus dioptimalkan. Dorong integrasi teknologi dan inovasi berbasis data yang valid, sebagai kunci terwujudnya efektifitas dan efisiensi aksi dini dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujar Wapres Ma’ruf Amin saat membuka Rakornas PB 2024, di Pullman Grand Central Bandung, Rabu (24/4).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan,  tantangan bencana ke depan semakin kompleks. Dampak perubahan iklim semakin terasa dan membuat dampak bencana semakin signifikan.

Kepala BNPB mengatakan, keselarasan antara strategi dan kebijakan harus didukung inovasi dan teknologi yang memungkinkan respons cepat. Ini akan dapat menjawab tantangan perencanaan untuk mengantisipasi, mencegah dan membangun kesiapsiagaan.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa, fase tanggap darurat akan lebih efektif jika didukung oleh ketersediaan logistik dan peralatan yang cukup, agar transisi darurat dan fase rehabilitasi dan  rekonstruksi bisa diakselerasi,” ujar Suharyanto.

Pada laporan pembukaan, Kepala BNPB juga menyampaikan data bencana. Menurutnya, jumlah kejadian bencana pada 2023 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Suharyanto menekankan, dari sisi dampak, ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan, khususnya dalam tiga tahun terakhir. 

“Korban jiwa terdampak, luka dan meninggal tahun 2023 turun 36 persen dari 9.628 jiwa tahun 2022 menjadi 6.081 jiwa pada tahun 2023. Demikian juga dengan angka kerusakan infrastruktur akibat bencana sebesar 97.891 unit di tahun 2022 turun menjadi 35.933 unit di tahun 2023, atau turun sebesar 63 persen,” ujarnya.

Melalui kegiatan nasional ini, BNPB berharap Rakornas PB 2024 bertujuan (1) mengidentifikasi tantangan dan mengevaluasi pencapaian program penanggulangan bencana, (2) menginternalisasi dan menyelaraskan rencana program penanggulangan bencana di tingkat nasional-provinsi dan kabupaten/kota,  (3) menyusun rekomendasi kebijakan BNPB dan BPBD di tahun ini, serta (4) membuka wawasan teknologi dan inovasi dalam kebencaaan secara lebih luas.

Dalam hal ini, Samsul, Sugiyanto, Suwoto dari perwakilan relawan SANTANA SPMAA mendapat banyak ilmu dan pengalaman setelah mengikuti kegiatan.

“Kami sangat bersyukur diberikan amanah Dari beliau komandan SANTANA untuk mengikuti acara Rakornas 24 ini sebagai perwakilan SANTANA SPMAA se- Indonesia untuk upgrade kapasitas dalam menyerap ilmu dan pengalaman bersama para BPBD daerah seluruh Indonesia.” Tutur Suwoto, relawan SANTANA SPMAA Bandung.

‘Harapannya semoga kami bisa mengambil ilmu dan mengembangkan apa yang kami dapatkan saat terjun di masyarakat sebagai tenaga relawan.”tambahnya.

(Ima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *