Lamongan-Portalangit. Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) tahun ajaran 2023 kini telah dimulai dengan adanya kegiatan MOS (Masa Orientasi Santri) yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Juli 2023 hingga Rabu, 19 Juli 2023.

Kegiatan diselenggarakan di bumi perkemahan Moronyamplung, Lamongan yang mengangkat tema besar “Doktrin Pengislaman Santri Disiplin Pengamalan Santiaji”.

Dengan dikemas sebagai kegiatan outbound santri yang menjadi rutinitas setiap adanya penerimaan santri baru sejak tahun 2010.

Dibagi dalam 2 sesi, sesi pertama diselenggarakan untuk calon santri Ponpes SPMAA putra dan dilanjut outbound santri putri.

Tahun 2023 ini, outbound santri putra dilaksanakan pada 12-15 Juli 2023, dengan jumlah peserta 22 orang.

Sedangkan outbound santri putri pada 16-19 Juli 2023, dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang.

Pemberangkatan santri putra dilakukan pada Rabu, Juli 2023 dengan diadakan upacara pemberangkatan di depan kantor utama Yayasan Ponpes SPMAA Lamongan, yang dipimpin oleh Khoirul Anam (Tenaga Penyayang Umat yang bertugas di Yayasan Ponpes SPMAA Lamongan).

Dalam amanatnya ia menyampaikan mengenai apa arti dari santiaji bagi SPMAA. “SPMAA santiajinya adalah Tiga Proyek Besar dan sekarang diamalkan dalam mengaplikasikan mengamalkan 8 Rukun santri. Makanya disiplin, disiplin pengamalan santiaji. Ini yang harus kita pertimbangkan, harus kita yakinkan dalam diri, benak, hati, pikiran kita.”tutur Khoirul Anam.

“Supaya setelah dari masa orientasi santri ini bukan sekedar outbound tetapi ada juga hasil setelah kita menjalani MOS (Masa Orientasi Santri).” Tambahnya.

Setelah upacara pemberangkatan, para santri sebelum menggunakan transportasi berupa truk menuju lokasi perkemahan harus berjalan kaki sejauh 3,5 Km.

Tak hanya itu, para santri setelah turun dari truk harus merangkak menuju lokasi yang akan didirikan tenda.

Awal perjuangan ini para santri terlihat sangat semangat.

Gus Basyirun Adhim, S. Sos. Sebagai komandan pemimpin outbound santri memberikan instruksi pertama yaitu santri mengumpulkan daun yang ada disekitarnya untuk membuat alas yang difungsikan sebagai masjid selama outbound santri berlangsung.

Dalam outbound ini para santri harus masak sendiri bersama kelompok masing-masing dengan bahan dan alat yang dibagikan oleh panitia. Sebanyak 22 peserta ini dibagi menjadi 5 kelompok, yang diberi nama; kelompok petani, kelompok peternakan, kelompok pekebun, kelompok pedagang, dan kelompok petambak.

Kegiatan dilanjut dengan upacara pembukaan masa orientasi santri SPMAA 2023.

(Ima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *