Lamongan-Portalangit. Relawan wanita SANTANA SPMAA menjadi satu di antara peserta dalam acara Bimtek Srikandi Siaga Bencana Chapter 2 yang diselenggarakan oleh Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur pada Minggu, 11 Juni 2023.

Kegiatan ini diadakan di Kantor Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Jalan A Yani No. 4, Sidoarjo, dengan diikuti sekitar 100 peserta.

Kali ini SANTANA SPMAA dengan perwakilan sebanyak 7 relawan wanita yang masing-masing berasal dari 1 relawan SANTANA Mojokerto, 2 SANTANA Pasuruan, 1 SANTANA Trenggalek, 1 SANTANA Gunungkidul, dan 2 relawan SANTANA SPMAA pusat (Lamongan).

Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Mustain Baladan hadir dan memberikan sambutan bahwa “Bencana itu bisa dicegah. Banjir dan kebakaran bisa diatasi. ini juga tugasnya para perempuan untuk bisa mencegah bencana,” katanya dalam sambutannya.

Materi yang diberikan dalam bimtek ini diantaranya adalah manajemen bencana, psikologi wanita, komunikasi wanita, dan pelatihan penanggulangan kebakaran.

Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih memberikan materi manajemen bencana. Ia meminta agar para relawan jangan berpikir kalau setiap kegiatan relawan didanai oleh BPBD. “Kita edukasi jangan sampai berpikiran begitu. Karena tiap BPBD di daerah juga punya kemampuan yang berbeda pula,” katanya.

Dian juga mengimbau agar organisasi relawan punya data potensi relawannya. Di antaranya seperti punya keahlian atau kompetensi apa. “Selain itu, kita harus fokus dalam organisasi relawan,” ungkapnya.

Sedangkan materi komunikasi wanita diberikan oleh Lusi Andajani, salah satu pengurus SRPB Jatim. Dia mengungkapkan soal perilaku perempuan dan laki-laki berbeda. Hal ini karena perbedaan di otaknya. “Perempuan itu bisa bekerja multi tasking. Namun otak laki-laki lebih besar dan lebih bisa menganalisa daripada perempuan,” jelasnya.

Sementara, materi psikologi wanita diberikan Tatik Mukhoyyaroh, staf pengajar dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

“Perempuan beda dengan laki-laki. Dari segi konsepsi saja beda. Kromosom perempuan XX dan laki-laki XY. Posturnya saja juga beda. Organ-organ internal dan eksternal sangat beda. Tapi perempuan memiliki ketahanan tubuh lebih kuat daripada laki-laki,” jelasnya.

Diakhir kegiatan diadakan pelatihan penanggulangan kebakaran oleh Alvian Alif Pujiono dari Indonesian Survivor (Inavor), salah satu organisasi mitra SRPB Jatim. Erick, panggilannya, memberikan materi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), pemadaman menggunakan karung goni, dan pemadaman kebakaran elpiji.

“Setelah saya mengikuti Bimtek Srikandi Siaga Bencana yang kedua ini ada beberapa poin yang saya dapat dari beberapa materi yaitu kami seorang wanita sangat dibutuhkan dalam hal siaga bencana yang terjadi di rumah maupun lingkungan kita. Maka wanita sangat diperlukan memiliki kemampuan siap siaga bencana.” Tutur Rurin relawan wanita SANTANA SPMAA perwakilan dari Trenggalek.

‘Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi kami untuk saling berbagi ilmu dengan relawan lainnya yang kemudian kita aplikasi saat turun di lapangan.” Tambahnya.

(Ima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *