Denpasar-Portalangit. Hujan berintensitas tinggi terus mengancam pulau Bali mengakibatkan terjadi banjir di beberapa daerah. Salah satunya wilayah Kampung Ledok, Banjar Melaya Krajan, Ds. Melaya, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, Bali.

Hal tersebut mengundang aksi kepedulian sosial tim SANTANA SPMAA Bali dengan menggelar kegiatan bakti sosial pada Minggu, 23 Oktober 2022.

“Korban akibat banjir yang terjadi Senin, 17 Oktober 2022 di Kabupaten Jembrana terjadi di sejumlah lokasi. Namun dari informasi dan asessmen, kami memutuskan untuk terjun melakukan bakti sosial di Kampung Ledok, Desa Melaya,” Ujar H. Warso, S.Pd. Ketua Tim SANTANA SPMAA Bali.

Tim SANTANA SPMAA berangkat pada Sabtu, 22 Oktober 2022 dari markas Yayasan SPMAA Denpasar, disusul keberangkatan kloter kedua pada Minggu, 23 Oktober 2022, pukul 04.00 WITA.

Bantuan yang telah diberikan berupa 60 paket sembako dan sabun cuci, 18 kupon pelayanan kesehatan, 10 kupon pelayanan terapi bekam, 5 kupon santunan donasi berupa uang tunai, dan bantuan tenaga guna membersihkan puing-puing sampah sisa banjir.

Menurut informasi bantuan donasi yang diberikan berasal dari swadaya jamaah SPMAA Denpasar dan Tabanan.

Sebanyak 35 relawan SANTANA  dari Denpasar dan Tabanan terjun dalam aksi kepedulian sosial ini.

Selanjutnya para relawan dikerahkan untuk membersihkan sampah puing-puing dampak banjir berupa puing kayu, sampah, kasur, sisa mabel, hingga pakaian.

“Saya bersama tim berkeliling kampung untuk membersihkan sampah-sampah banjir,” kata Deny, relawan SANTANA.

Sebanyak 2 truk berisi sampah dampak bencana banjir berhasil dibersihkan, kemudian dibuang di tempat pembuangan akhir Jembrana.

I Putu Gede Juni Antara Kepala Kewilayahan Banjar Melaya Krajan memberikan apresiasi positif, karena kegiatan bakti sosial tim SANTANA ini memberi manfaat langsung kepada warga dan lingkungan yang terdampak banjir di Banjar Melaya Krajan .

“Kami memberikan apresiasi positif dan berterima kasih atas digelarnya baksos di Melaya Krajan,” kata I Putu Gede Juni Antara.

Sebelum kedatangan relawan SANTANA SPMAA, setelah banjir banyak relawan yang datang memberikan bantuan. Namun, tidak ada yang memberikan bantuan guna membersihkan lingkungan.

“umumnya bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan barang lainnya. Tidak ada yang memberikan bantuan tenaga untuk bersih-bersih dampak banjir. Baru tim SANTANA SPMAA Bali yang memberikan bantuan tenaga relawan untuk bersih-bersih,” tuturnya.

(Ima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *